Usai Gempa Cianjur, Operator Seluler Pastikan Jaringan Aman

UNJABISNIS.COM – Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 dirasakan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Senin (21/11) sekira pukul 13.20 WIB. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan penyebab gempa diduga karena pergerakan sesar Cimandiri.

“Jadi yang baru saja terjadi pada posisi di sekitar Sukabumi-Cianjur, di sekitar daerah tersebut dan merupakan gempa yang diakibatkan oleh patahan geser dengan magnitudo 5,6. Diduga ini merupakan pergerakan dari sesar cimandiri, jadi bergerak kembali,” kata Dwikorita di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/11).

Read More

Pascagempa, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Terkait hal tersebut, layanan telekomunikasi beberapa operator seluler juga dikabarkan terganggu jaringannya.

Opsel Smartfren seperti dikatakan Agus Rohmat selaku VP Network Operations, jaringan Smartfren dalam kondisi yang aman, dan pelanggan tetap bisa berkomunikasi. Meski begitu, dirinya menyebut ada beberapa site BTS yang mati karena pasokan listrik terhenti.

“Ada 1-2 site kami yang mati akibat terputusnya pasokan listrik, namun tidak mengalami kerusakan. Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat, dan Smartfren selalu memonitor serta langsung merespon segala kondisi yang terjadi di lapangan,” ujar Agus kepada UNJABISNIS.COM.

Secara total, disampaikan juga bahwa di wilayah tersebut, Smartfren memiliki 152 BTS. Pelanggan dipastikan tetap berkomunikasi dengan lancar.

Sementara itu, Henry Wijayanto, Head of External Communications XL Axiata menjelaskan untuk layanannya pascagempa tetap terjaga dan beroperasi secara normal meski sempat ada beberapa gangguan.

“Terkait terjadinya gempa bumi yang berpusat di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11), kami telah memastikan bahwa jaringan XL Axiata di area Cianjur dan Kota/Kabupaten sekitarnya masih tetap terjaga dan beroperasi,” ungkap Henry.

Meski demikian, sejumlah BTS sempat terdampak pemadaman listrik PLN. Saat ini tim teknis XL Axiata di lapangan berupaya memulihkan kondisi BTS-BTS dengan menyalakan genset, serta memastikan kondisi fisik semua infrastruktur jaringan di area terdampak.

“Selain itu, dari pusat monitoring jaringan, XL Axiata telah melakukan rekayasa jaringan agar layanan di area-area tersebut tetap bisa melayani pelanggan secara maksimal,” tambahnya.

Operator seluler (opsel) lainnya yakni Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Telkomsel juga sudah dimintai update mengenai jaringan pascagempa di Cianjur oleh UNJABISNIS.COM. Hingga berita ini ditulis, kedua opsel tersebut belum memberikan tanggapan.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts