Twitter akan Nonaktifkan 1,5 Miliar Akun, yang Tak Aktif Bakal Dihapus

UNJABISNIS.COM – Elon Musk, yang mengakuisisi Twitter seharga USD 44 miliar beberapa waktu lalu diketahui langsung membuat banyak gebrakan di media sosial (medsos) tersebut. Terbaru, Twitter juga dilaporkan akan melakukan penghapusan kepada miliaran akun yang tidak lagi aktif.

Pengumuman tersebut menyebutkan bahwa sebanyak 1,5 miliar akun yang tidak aktif di Twitter selama bertahun-tahun akan dihapus dalam waktu dekat. Semua data yang terkait dengan akun ini akan dihapus dari basis data Twitter.

CEO Twitter Elon Musk mengumumkan bahwa platform media sosial tersebut akan menonaktifkan 1,5 miliar akun pengguna yang sudah lama tidak aktif di Twitter pribadinya. Langkah ini disebut merupakan bagian dari upaya yang lebih besar oleh Twitter untuk meningkatkan kualitas kontennya dan mengurangi penyebaran informasi yang salah di platform tersebut.

“Twitter akan segera mulai membebaskan ruang nama dari 1,5 miliar akun,” kata Elon Musk menjelaskan melalui tweetnya.

Musk menyatakan bahwa perusahaan akan mengambil pendekatan yang lebih proaktif untuk mengidentifikasi dan menghapus akun palsu atau tidak aktif. Ini termasuk akun yang belum masuk atau membuat postingan apa pun di platform untuk jangka waktu yang lama.

Namun demikian, kriteria pasti untuk akun yang tidak aktif belum diumumkan.
Penonaktifan akun-akun ini sendiri diharapkan berdampak signifikan pada basis pengguna Twitter, karena perusahaan saat ini memiliki sekitar 330 juta pengguna aktif.

Belum jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menutup semua akun yang tidak aktif. Banyak pengguna Twitter telah menyatakan dukungan untuk keputusan tersebut, dengan alasan bahwa itu akan membantu meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan di platform.

Namun, yang lain menyatakan keprihatinan bahwa langkah tersebut dapat mengakibatkan pengguna yang sah kehilangan akses ke akun mereka.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Musk menyatakan bahwa Twitter akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan tidak ada pengguna aktif yang terpengaruh oleh penonaktifan akun tidak aktif.

Ini mungkin termasuk memberi pengguna masa tenggang untuk masuk dan mengaktifkan kembali akun mereka sebelum dinonaktifkan. Secara keseluruhan, keputusan untuk menonaktifkan 1,5 miliar akun tidak aktif adalah langkah berani Twitter untuk meningkatkan kualitas kontennya dan melindungi penggunanya dari informasi yang salah.

Meskipun demikian, masih harus dilihat bagaimana keputusan ini akan berdampak pada platform dan penggunanya dalam jangka panjang.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts