Terbang Jarak Jauh jadi Nyaman, Jaringan 5G Bakal Hadir di Pesawat

Terbang Jarak Jauh jadi Nyaman, Jaringan 5G Bakal Hadir di Pesawat

UNJABISNIS.COM – Teknologi jaringan seluler 5G tampaknya akan hadir di pesawat sebagai teman penerbangan dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini setelah Uni Eropa (UE) sekarang memutuskan akan mengizinkan penerbangan menawarkan layanan 5G di udara.

Jaringan ini akan digunakan untuk streaming video dan audio, menjelajahi web, dan melakukan panggilan. Jika aturan ini disahkan, UE akan meminta maskapai penerbangan untuk menawarkan jaringan 5G untuk pengguna alih-alih membayar WiFi.

Ini juga berarti bahwa mematikan ponsel secara wajib atau mengalihkan ponsel ke mode penerbangan akan berakhir. Jika UE meloloskan RUU tersebut, maskapai memiliki waktu enam bulan (hingga 30 Juni 2023) untuk mempersiapkan jaringan 5G tersebut.

Komisaris Pasar UE Thierry Breton mengatakan, terbang seharusnya tidak lagi menjadi batasan bagi pengguna jaringan dan UE ingin layanan teratas dan terkini tersedia untuk orang-orang.

Maskapai akan menggunakan peralatan jaringan khusus yang disebut “sel pico” untuk menghubungkan pesawat ke darat. Dilansir dari ITHome, dengan teknologi ini, ia akan mengirimkan panggilan, teks, dan data Internet melalui jaringan satelit darat.

Mundur sedikit ke belakang, Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) melarang penggunaan ponsel di pesawat sejak tahun 1991 silam. Saat itu, komisi mengklaim bahwa larangan penggunaan ponsel ponsel di pesawat terbang adalah untuk menghindari gangguan berbahaya pada jaringan seluler terestrial.

Selain itu, penggunaan ponsel juga dapat mengganggu sistem navigasi pilot.
Jadi, ada dua alasan utama pelarangan ponsel di maskapai penerbangan. Pertama, untuk menghindari traffic dengan jaringan darat dan kedua untuk menghindari gangguan pada sistem navigasi pilot.

Sederhananya, jika semua maskapai mengizinkan pengguna untuk menggunakan ponsel di ketinggian 40.000 kaki, beberapa menara di darat akan menangkap sinyal dari sejumlah besar ponsel aktif dalam waktu singkat. Ini dapat menyebabkan traffic jaringan darat, dan mengganggu layanan komunikasi.

Day Whittingham, kepala eksekutif Dewan Keamanan Penerbangan Inggris, mengatakan kepada BBC bahwa penggunaan ponsel di pesawat secara historis telah dilarang. Dia mengklaim bahwa larangan itu karena orang tidak tahu apa dampaknya terhadap pesawat.

“Kami khawatir hal itu dapat mengganggu sistem kontrol penerbangan otomatis. Dari pengalaman, kami menemukan bahwa risiko interferensi sangat kecil. Namun kami selalu menyarankan agar pengguna mematikan perangkat atau mengaktifkan mode pesawat selama penerbangan,” kata Whittingham.

Sementara untuk 5G, teknologi jaringan seluler generasi kelima yang digadang-gadang sudah lebih canggih, potensi interferensi disebut jauh lebih kecil lantaran memiliki frekuensi 5G yang berbeda. “Dan kami memiliki pengaturan daya yang lebih rendah daripada standar AS,” lanjut Whittingham.

Namun akankah 5G mengganggu pesawat terbang? Pada tahun 2019 dan 2020, ada laporan bahwa sinyal 5G di beberapa bandara memengaruhi altimeter radio pesawat. Namun, Chen Xiangyang, wakil direktur Kantor Manajemen Lalu Lintas Udara Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok mengatakan bahwa sinyal 5G berbeda. Dia mengklaim bahwa “5G penerbangan” tidak akan memiliki efek serupa.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts