Stadia Tutup, Google Mulai Kembalikan Duit Pengguna

Stadia Tutup, Google Mulai Kembalikan Duit Pengguna

UNJABISNIS.COM – Google mulai memproses pengembalian dana untuk perangkat keras Stadia yang dibeli di Google Store. Sebagaimana diketahui, Google Stadia, layanan cloud gaming Google dinyatakan ditutup pada bulan September lalu dan menambah daftar panjang proyek Google yang mati.

Google mengembalikan dana pembelian untuk perangkat kontroler dan paket Stadia yang mencakup Chromecast Ultra dengan gamepad yang terhubung dengan WiFi. Pengembalian uang pengguna sebelumnya telah dimulai awal bulan lalu, dimulai dengan konsumen yang telah membeli game Stadia.

Read More

Dikatakan Google, hal ini dilakukan untuk memastikan sebagian besar pengguna mendapatkan kembali uang yang telah mereka habiskan untuk layanan tersebut. Namun, Google tidak mengembalikan biaya langganan untuk Stadia Pro atau perangkat keras Stadia yang dibeli dari Best Buy.

Perusahaan mengatakan akan memproses pengembalian dana secara otomatis. Sebagian besar dari mereka diharapkan selesai pada saat layanan cloud-gaming ditutup final pada 18 Januari mendatang.

Jika perusahaan tidak dapat mengembalikan dana bentuk pembayaran asli Anda secara otomatis, perusahaan akan mengirimkan email kepada Anda melalui akun Google yang Anda gunakan untuk pembelian.

Meskipun kematian Stadia mengecewakan kelompok penggemarnya yang kecil namun setia, penutupan itu tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, banyak pihak memang memprediksi bahwa layanan Google ini memang tidak berumur panjang.

Sebelumnya, Google juga telah mengatakan bahwa mereka akan menggunakan teknologi yang mendukung Stadia di bagian lain perusahaan, seperti YouTube, Google Play, dan upaya Augmented Reality (AR). Anggota yang bekerja di Stadia akan melanjutkan pekerjaan mereka di tempat lain di perusahaan.

Sebagai pengingat, Google Stadia diluncurkan pada Maret 2019 lalu dan disambut dengan skeptisisme langsung dari banyak pihak. Hal ini karena kecenderungan Google biasa menutup bisnis mereka yang tidak segera lepas landas atau stagnan.

Banyak juga yang mengkritik mahalnya biaya game mengingat pengguna tidak memilikinya secara langsung, dan perpustakaan atau library game yang dikatakan di bawah standar.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts