RI Kekurangan Talenta Teknologi Perempuan, Apa yang Harus Disiapkan?

UNJABISNIS.COM – Bersamaan dengan rampungnya KTT G20, Post Summit Women20 (W20) di Nusa Dua, Bali, juga resmi ditutup. Pertemuan terakhir di Indonesia ini sekaligus menandai berakhirnya tongkat kepemimpinan W20 Indonesia pada tahun ini, sesuai dengan berakhirnya Kepresidenan Indonesia di forum G20.

Selanjutnya, India akan memimpin G20 tahun 2023 juga akan memimpin W20 tahun depan. Isu-isu yang dibahas dalam forum W20 sendiri meliputi menolak kekhawatiran dan mendorong keadilan gender. Misalnya perusahaan yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan, respons kesehatan yang mengutamakan kesetaraan gender, perempuan penyandang disabilitas, termasuk peranan perempuan dalam bidang teknologi yang selama ini dikenal sebagai “dunianya lelaki”.

Riset LinkedIn Jobs on the Rise tahun 2022 menunjukkan Data Scientist Specialists dan Machine Learning Engineers merupakan dua pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat selama lima tahun terakhir di Indonesia dan diproyeksikan akan terus tumbuh pada masa depan. Namun, tingkat partisipasi perempuan di dua pekerjaan bidang teknologi tersebut rendah.

Sepanjang tahun 2021, hanya 33,3 persen perempuan yang dipekerjakan sebagai Data Scientist Specialists dan hanya 27,8 persen sebagai Machine Learning Engineers.

Dalam beberapa kesempatan yang lalu, Presiden Direktur sekaligus CEO XL Axiata, Dian Siswarini kerap menyuarakan peranan perempuan dalam bidang teknologi ini dan pentingnya melakukan kolaborasi. Co-Chair W20 Indonesia dalam rangkaian gelaran KTT G20 tersebut juga merupakan salah satu dari sedikit perempuan di Indonesia yang punya kedudukan tinggi di industri teknologi.

Membawa semangat untuk mengurangi kesenjangan gender di dunia kerja teknologi selepas KTT G20, Amazon Web Services (AWS) InCommunities menginisiasi AWS Girls’ Tech Day, sebuah prakarsa global untuk edukasi STEAM (science, technology, engineering, arts, dan mathematics) bagi anak perempuan dan perempuan muda.

Dihadirkan perdana di Indonesia menggandeng Prestasi Junior Indonesia (PJI), sebuah lembaga nirlaba yang fokus mempersiapkan generasi muda untuk bekerja, program ini mengedukasi, menginspirasi, dan memberdayakan 250 pelajar perempuan dari lima SMA/SMK di Jawa Barat untuk membangun minat dan karier di bidang teknologi.

Sejak diinisiasi secara global pada tahun 2018, AWS Girls’ Tech Day diklaim telah memberikan dampak bagi lebih dari 7.000 anak perempuan dan perempuan muda berusia 8-24 tahun dari 12 negara di seluruh dunia. Hadirnya program inovatif ini di Indonesia diharapkan dapat membantu menyediakan akses dan kesempatan yang setara terhadap pendidikan STEAM bagi mereka yang selama ini kurang terwakili dalam bidang studi tersebut.

Robert Gardiner, Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia mengungkapkan, inisiatif ini menjadi langkah awal yang penting dan inspiratif bagi para pelajar perempuan. Mereka berkesempatan memahami tren dan peluang karier bidang teknologi.

Selain itu juga merancang jalur pendidikan dan pengembangan diri menuju karier bidang teknologi pada masa depan, serta mengeksplorasi ragam keterampilan seputar pengkodean dan robotika. “Kami berharap pengalaman menyenangkan dalam program ini dapat memberikan aspirasi baru bagi para perempuan muda untuk percaya diri menjadi talenta teknologi yang kompetitif di industri,” ujarnya.

Program AWS Girls’ Tech Day di Indonesia terdiri dari dua aktivitas utama yang dirancang secara interaktif dan menarik. Melalui sesi bincang inspiratif, enam sosok perempuan yang telah sukses berkecimpung di industri teknologi berbagi wawasan praktis dan pengalaman riil seputar langkah-langkah yang perlu dilakukan para perempuan muda untuk mempersiapkan diri menjadi talenta profesional.

Selain itu, mereka juga belajar mengenai konsep dan fungsi dari pusat data dan komputasi awan menggunakan perangkat robotika Quarky (robot berukuran saku yang dapat diprogram ulang dengan WiFi dan Bluetooth bawaan) dan perangkat lunak pemrograman Pictoblox (perangkat lunak pemrograman grafis).

Melalui pembelajaran dan aktivitas tersebut, para pelajar berkenalan dengan beragam teknologi yang banyak diadopsi oleh dunia industri saat ini, seperti pemrograman, kecerdasan artifisial, dan robotika. Seluruh rangkaian pembelajaran tersebut diharapkan dapat menciptakan pengalaman pertama yang berkesan bagi siswa yang mampu menghidupkan imajinasi mereka dengan teknologi.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts