Pentingnya Menentukan Segmentasi Pasar dalam Digital Advertising

UNJABISNIS.COM – Perkembangan digitalisasi di Indonesia yang sangat signifikan beberapa tahun belakangan mampu mendorong terciptanya ekosistem digital yang baik. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 juga telah meningkatkan penggunaan internet dan mempercepat adopsi digital pada kegiatan sehari-sehari.

Salah satu elemen yang lekat dengan dunia digital adalah advertising atau yang kerap disingkat ads. Ads sendiri merupakan proses mempersuasi target pasar untuk membeli maupun menggunakan produk yang dipasarkan pihak pemasang iklan.

Read More

Dalam mengampanyekan ads di dunia digital, target market tentu menjadi pertimbangan utama. Artinya, pemasang iklan harus menentukan dulu sasaran mereka sebelum melemparkan iklan mereka ke jagat maya. Ini supaya iklan yang mereka berikan bisa tepat sasaran dan akhirnya membuat orang tergerak untuk membeli apa yang ditawarkan.

“Segmentasi pasar menjadi penting karena pemasang iklan bisa lebih mudah membedakan karakteristik pelanggan,” ujar Lusi Ayu Daningsih selaku Direktur Program Literasi Digital Digimom dalam keterangan resmi yang diterima.

Dengan segmentasi pasar, lanjut Lusi, pemasang iklan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dengan treatment yang sesuai dengan karakteristik pelanggan. “Segmentasi pasar juga dapat membuat strategi pemasaran lebih terarah,” papar Lusi.

Hal ini tentu saja tidak cukup untuk membangun rasa ingin tahu dan loyalitas pelanggan. Denisa Nur selaku Head of RnD Urban Sakola menuturkan bahwa tetap ada pendekatan etika yang dibutuhkan agar proses advertising bisa berjalan baik.

“Komunikasi dan pelayanan akan menjadi hal yang penting dalam mendukung membangun loyalitas pelanggan,” ujar Denisa.

“Ada tiga tips yang dapat kita lakukan untuk tetap beretika dalam melayani dan berkomunikasi dengan pelanggan. Pertama, selalu memberikan sapaan setiap kali memulai percakapan dengan konsumen. Kedua, gunakan kalimat dan bahasa yang sopan setiap kali berkomunikasi dan melayani pelanggan. Terakhir,selalu memberikan respons yang cepat setiap kali ada komplain dan pertanyaan dari pelanggan,” jelas Denisa.

Dari perspektif keamanan dalam melakukan proses advertising, Aji Kresno selaku Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran & Praktisi Literasi digital memaparkan beberapa aktivitas sederhana yang dapat dilakukan menjaga keamanan perangkat digital.

“Jangan sembarangan memberikan informasi data pelanggan kepada pihak luar. Lalu, tingkatkan keamanan sistem dengan melakukan pembaharuan password secara berkala. Terakhir, tidak sembarangan dalam klik link yang bersumber bukan dari sumber yang jelas dan terpercaya,” ujar Aji.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts