Marketing di Instagram, Ini 3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan

UNJABISNIS.COM – Setelah beberapa waktu lalu menggelar webinar tentang kiat berbisnis digital melalui WhatsApp, Kemenkominfo bersama sejumlah pegiat literasi digital kembali mengadakan webinar bertema kecakapan digital. Kali ini, mereka membahas tentang bagaimana kiat marketing melalui media sosial Instagram.

Menkominfo Johnny G Plate dalam keterangan resmi yang diterima mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk untuk meningkatkan skor indeks literasi digital Indonesia ke level ‘BAIK’. Untuk diketahui, survei nasional yang dilakukan Kemenkominfo bersama Kata Data pada tahun 2021 menunjukkan indeks literasi digital masyarakat Indonesia berada pada level ‘SEDANG’ dengan skor 3.49.

Read More

“Pada tahun 2022 akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat agar tujuan peningkatan skor indeks literasi digital tersebut dapat tercapai,” ujar Johnny.

“Peningkatan kecakapan digital tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, mengingat kita memiliki potensi sumber daya manusia yang besar,” sambungnya.

Salah satu narasumber, yakni Business Consultant dan Praktisi Literasi Digital Syarif Maulana membahas konsep pemasaran melalui Instagram ditinjau dari perspektif cakap digital.

“Sebagai salah satu sosial media yang memiliki banyak pengguna, Instagram membuat banyak pengembangan yang tidak hanya menjadikannya sebagai platform sosial media saja, tapi juga menjadi platform berjualan dan promosi yang powerful,” kata Syarif.

Syarif memaparkan, setidaknya ada empat tips melakukan pemasaran melalui instagram. “Pertama, sharing dahulu sebelum selling. Kedua, bentuk dan komunikasikan keberadaan usaha atau brand kita di instagram. Ketiga, buat konten yang menarik yang mampu menciptakan engagement kepada pemirsa. Terakhir, selalu konsisten membuat konten yang relevan dengan jati diri brand atau usaha Anda,” papar Syarif.

Praktisi digital lainnya, Tio Prasetyo selaku Chief Business Officer Paberik Soeara Rakjat, ikut menambahkan hal penting dalam melakukan pemasaran di Instagram ditinjau dari perspektif etika digital.

“Ada tiga etika yang perlu kita lakukan setiap melakukan pemasaran melalui Instagram. Pertama, hindari menggunakan konten produk milik orang lain. Kedua, selalu menyapa dan berkomunikasi dengan baik dan santun kepada konsumen. Terakhir, tidak menjelek-jelekkan produk lain dalam melakukan promosi atau memberikan penjelasan kepada konsumen”, jelas Tio.

Sementara itu, Ketua Prodi Perdagangan Internasional Politeknik APP Jakarta Bayu Sutjiatmo melengkapi pembahasan mengenai konsep pemasaran melalui Instagram ditinjau dari perspektif keamanan digital.

“Ada tiga aktivitas sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan dalam melakukan pemasaran melalui instagram. Pertama, tidak sembarangan memberikan kode OTP kepada orang lain. Kedua, jangan pernah membuka link atau web dari sumber yang tidak dipercaya. Terakhir, selalu melakukan penggantian password secara berkala,” tutupnya.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts