Kiat-kiat Cakap Berbisnis Digital melalui WhatsApp

UNJABISNIS.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja menyelenggarakan kegiatan webinar edukasi digital untuk kelompok masyarakat di wilayah Sumatera. Mengusung tema ‘Konsep Bisnis Digital: Pemasaran Melalui Whatsapp‘, webinar tersebut membahas konsep marketing via WhatsApp dari kacamata cakap digital dengan menggandeng beberapa praktisi literasi digital dari beberapa organisasi.

Dirjen Aptika Kominfo Samuel Abrijani Pengerapan dalam keterangan resmi yang diterima menuturkan bahwa webinar ini perlu dilakukan karena berdasarkan survey nasional yang dilakukan tahun lalu, ditemukan bahwa saat ini indeks literasi digital Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5.

Read More

“Masih dalam kategori sedang, belum mencapai kategori baik. Hal ini perlu terus ditingkatkan untuk membekali peningkatan kapasitas literasi digital,” ujar Samuel.

Dalam webinar tersebut, tiga narasumber yang diundang memberikan perspektif masing-masing tentang marketing melalui platform WhatsApp.

“Platform WhatsApp dapat membantu pelaku usaha dalam menjangkau banyak audiens, membangun hubungan yang kuat dan meningkatkan penjualan,” ujar Ketua Umum Sobat Cyber Indonesia, Virna Lim dalam keterangan resmi yang diterima.

Virna mengatakan, setidaknya ada 4 strategi pemasaran via WhatsApp.

“Pertama, sediakan nomor khusus untuk melayani pelanggan. Kedua, buatlah katalog produk untuk memudahkan konsumen untuk melihat produk kita. Ketiga, gunakan fitur story untuk promosi produk. Terakhir, manfaatkan fitur whatsapp secara maksimal untuk membantu kita dalam melayani konsumen,” paparnya.

Sementara itu, praktisi literasi digital Sukma Nurjagat menambahkan bahwa strategi pemasaran melalui WhatsApp juga harus memperhatikan nilai-nilai etika.

“Ada 3 etika yang perlu kita pahami dalam melakukan pemasaran melalui WhatsApp. Pertama, tidak melakukan promosi secara terus menerus kepada konsumen. Kedua, gunakan kalimat kalimat yang postif dan berikan informasi yang jujur. Terakhir tidak membuat konten promosi yang menjelekan produk lain,” ujar Sukma.

Narasumber lain, yakni Komite Edukasi Mafindo Julita Hazeliana memberikan pandangan dari sudut keamanan digital. Ia menegaskan bahwa apapun aktivitas yang dilakukan di ruang digital tidak akan pernah 100 persen aman. Hal ini juga berlaku di WhatsApp.

“Karenanya, kita harus selalu berpikir kritis dan tidak mudah percaya dengan semua hal yang ada di internet dapat menjadi satu proteksi keamanan yang paling efektif untuk menghindarkan kita dari tindakan kejahatan internet,” papar Julita.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts