Ini Bahaya Software Bajakan Bagi Pelaku UMKM

UNJABISNIS.COM – Laporan Kaspersky terbaru mengungkapkan bahwa 24 persen perusahaan dengan 50 hingga 999 karyawan, termasuk di Indonesia berpotensi menggunakan alternatif perangkat lunak bisnis bajakan untuk mengurangi pengeluaran belanja TI. Hal ini disebut sangat berbahaya.

Tindakan ini dikatakan dapat secara serius mempengaruhi keamanan siber perusahaan, karena musuh yang tak terlihat bisa secara aktif mendistribusikan file berbahaya dengan kedok perangkat lunak yang paling banyak digunakan.

Read More

Menurut Kaspersky Security Network (KSN), hanya dalam waktu delapan sebanyak 9.685 pengguna telah terpapar malware dan perangkat lunak berbahaya yang menyamar sebagai produk perangkat lunak paling populer untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Secara umum, 4.525 file unik yang berbahaya atau tidak diinginkan disebarkan melalui perangkat lunak terkait UMKM yang didistribusikan secara tidak resmi (termasuk bajakan).

Studi Kaspersky bertujuan untuk mengeksplorasi taktik manajemen krisis mana yang dianggap paling berhasil oleh para pemimpin bisnis, dan bagaimana langkah yang diambil dapat secara serius memengaruhi ketahanan dunia maya perusahaan.

Langkah-langkah aman seperti mencari kontraktor dengan biaya terjangkau dan mengadopsi alternatif gratis dari perangkat lunak biasa menjadi pilihan paling populer di kalangan responden dengan masing-masing memperoleh persentase 41 persen dan 32 persen , tetapi 15 persen pemimpin bisnis yang disurvei menyebut akan mengganti perangkat lunak mereka dengan versi bajakan untuk memangkas biaya.

Jenis program yang menurut responden dapat diganti dengan salinan bajakan, mayoritas memilih perangkat lunak untuk manajemen proyek, pemasaran, dan penjualan sebanyak 41 persen. Parahnya, termasuk juga pelaku usaha kecil di Indonesia dilaporkan permisif terhadap hal ini.

“Kurangnya sumber daya adalah situasi umum yang kerap dihadapi sektor UMKM, tetapi penggunaan perangkat lunak bajakan atau yang diretas harus sepenuhnya dikecualikan jika organisasi menghargai keamanan, reputasi, dan pendapatannya,” komentar Alexander Shlychkov, Product Marketing Lead di Kaspersky.

Dia melanjutkan, salinan perangkat lunak bajakan biasanya datang dengan Trojan dan penambang (miners) dan tidak berisi perbaikan, pembaruan atau tambalan yang dirilis oleh pengembang resmi untuk menutup kerentanan yang mungkin dieksploitasi oleh penjahat dunia maya.

“Alternatif gratis namun resmi adalah pilihan yang jauh lebih baik bagi mereka yang perlu menghemat uang untuk kebutuhan TI,” imbuh Alex.

Untuk menghindari kebocoran data dan kerugian finansial yang disebabkan oleh penginstalan perangkat lunak yang terinfeksi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan karyawan Anda menggunakan akun standar tanpa hak admin.

Tindakan preventif ini akan mencegah mereka secara tidak sengaja menginstal Trojan yang disalahartikan sebagai perangkat lunak produktivitas. Kemudian, Anda juga dapat menggunakan solusi keamanan versi gratis.

Mereka biasanya memiliki fungsi yang lebih sedikit daripada produk berbayar tetapi mungkin masih sangat membantu alih-alih menggunakan yang bajakan alias palsu. Pilih solusi berdasarkan hasil tes independen, dan unduh langsung dari situs pengembang.

Untuk menghindari membayar tagihan para penambang (miners) tersembunyi, cobalah untuk terus memantau efisiensi perangkat Anda. Jika gawai Anda melambat, terlalu panas, dan mengeluarkan banyak suara bahkan saat tidak ada orang yang menggunakannya, seseorang mungkin telah memasang penambang di perangkat yang membebani prosesor dan kartu video.

Terakhir, gunakan solusi keamanan yang tidak hanya mendeteksi program berbahaya, tetapi juga instalasi yang mungkin tidak diinginkan dan perbarui sistem operasi, perangkat lunak keamanan, browser, dan semua program yang Anda gunakan segera setelah pembaruan baru keluar.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts