Di Microsoft Teams, Meeting dengan Bahasa Isyarat Kini Lebih Mudah

UNJABISNIS.COM – Sejak pandemi Covid-19 melanda hampir tiga tahun belakangan ini, platform video conference atau pertemuan digital laris manis. Zoom kecipratan tren ini, pendatang baru yang langsung saja mengalahkan Google, juga Microsoft yang sudah lebih dulu punya platform meeting virtual.

Karena banyak dicari dan digunakan masyarakat, persaingan platform ini kemudian menjadi sangat kompetitif. Berlomba-lomba, para penyedia layanan tadi merilis fitur-fitur baru yang paling inovatif.

Selain itu, platform ini juga digunakan bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Termasuk mereka yang tuli, platform ini juga banyak membantu mereka berkomunikasi di kala pandemi. Hal ini kemudian memaksa para penyedia layanan untuk juga memperhatikan mereka dengan fitur-fitur yang dapat membantu.

Buat teman tuli yang butuh fitur khusus, sekarang jauh lebih mudah untuk berpartisipasi dalam rapat Microsoft Teams. Microsoft telah memperkenalkan tampilan bahasa isyarat yang memungkinkan orang tuli atau gangguan pendengaran, serta juru bahasa mereka, memprioritaskan satu sama lain selama rapat berlangsung.

Feed video tersebut akan tetap berada di lokasi yang konsisten, dengan ukuran yang cukup besar agar bahasa isyarat dapat terlihat. Selain itu, Anda juga akan melihat sebanyak dua penanda tangan lainnya selama rapat, dan video akan tetap berukuran besar meskipun slide atau pembagian layar terlihat.

“Tampilan juga membuat preferensi sticky berkat panel pengaturan aksesibilitas baru,” kata Microsoft menjelaskan fitur ini.

Dikatakan juga bahwa pengguna tidak perlu khawatir tentang menyematkan juru bahasa atau mengaktifkan keterangan setiap kali panggilan Teams dimulai. Anda dapat langsung masuk ke rapat alih-alih mengutak-atik opsi.

Tampilan bahasa isyarat dan panel aksesibilitas saat ini hanya tersedia melalui Pratinjau Publik yang tersedia berdasarkan pengguna per pengguna. Mereka akan diluncurkan ke semua pelanggan komersial dan pemerintah dalam minggu-minggu mendatang menurut penjelasan Microsoft.

Butuh beberapa saat sebelum semua orang dapat menggunakan fungsi tersebut. Namun, hal ini menjanjikan penyederhanaan rapat bagi siapa pun dengan pendengaran terbatas dan mungkin membuat Teams lebih layak jika alternatif seperti Zoom (yang baru-baru ini menambahkan dukungan untuk juru bahasa) tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts