Cari Bibit Ilmuwan Data dan AI, Kompetisi Rutin Perlu Digelar

Cari Bibit Ilmuwan Data dan AI, Kompetisi Rutin Perlu Digelar

UNJABISNIS.COM – Indonesia masih kekurangan banyak talenta di bidang digital. Hal ini juga menjadi concern pemerintah yang mana berkaitan dengan sektor ekonomi berkelanjutan di masa mendatang yang makin menuntut digital skill di berbagai sektor.

Mengutip BRE Asia Pacific Data Center Trends 2021, Frost & Sullivan 2021, Indonesia disebut menghadapi kekurangan talenta data center nasional yang mengancam pertumbuhan industri teknologinya yang menjanjikan dengan perkiraan dampak ekonomi sebesar dua kali lipa output yang belum terealisasi.

Read More

Minimnya tenaga kerja terkualifikasi di industri data center di Indonesia disebabkan bahwa industri ini sangat sensitif terhadap kualifikasi, sertifikasi, serta regulasi ketat terhadap pekerja dan penggiat yang masuk ke dalamnya.

Termasuk, kurangnya talenta di bidang ini karena minimnya pencarian bibit-bibit terampil. Oleh karenanya, untuk melihat potensi yang ada dari calon-calon talenta digital di Indonesia, perlu lebih sering digelar kompetisi atau pencarian bakat di bidang tersebut.

Jemput bola, pemerintah sebetulnya sudah cukup rutin menggelar ajang seperti ini. Misalnya yang baru rampung adalah rangkaian kegiatan Turnamen Sains Data Nasional (TSDN) 2022 yang diselenggarakan mulai tanggal 31 Oktober hingga 1 Desember lalu yang masuk dalam puncak pengumuman pemenang.

TSDN sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Data Academy dengan Asosiasi Data Sains dan AI Indonesia (Asdasi) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 2022 lalu yang kali ini mendapatkan dukungan dari instansi pemerintah, diantaranya Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), BNSP, BRIN, BPS DKI Jakarta, Jakarta Satu, Jakarta Open Data, Jabar Digital Service dan Jabar Open Data.

Tahun ini, Turnamen Sains Data Nasional di ikuti oleh 625 Group atau terdata lebih dari 2.000 peserta dari 26 provinsi dan dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan umum, mahasiswa, hingga pelajar sekolah menengah atas atau kejuruan yang tertarik dan memiliki minat dalam bidang sains data dan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan.

Pada Kategori Pelajar, dimenangkan oleh tim Orbit dari SMKN 4 Bandung, yang disusul oleh pemenang kedua yaitu tim Ikai dari SMK Telkom Jakarta dan Pemenang ke tiga oleh Qazac Legacy dari SMKN 26 Jakarta. Sementara pada Kategori Mahasiswa dimenangkan oleh tim Aiotech dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Disusul pemenang kedua oleh tim Semesta dari Universitas Airlangga, Surabaya sedangkan untuk pemenang ke tiga oleh tim Netcore dari Universitas Widyatama Bandung. Pada Kategori Publik pemenang posisi pertama yaitu tim PTR, posisi kedua dimenangkan oleh tim Noni dan posisi ketiga dimenangkan oleh tim Niomata.

CEO Data Academy Luthfy Ardiansyah menutup acara dengan mengucapkan terima kasih dan selamat kepada para peserta dan pemenang yang telah mengikuti Turnamen Sains Data Nasional 2022. “Berbagai aktivitas di bidang sains dan Data AI telah dilakukan para peserta dan pendamping hampir satu bulan penuh,” terangnya.

Dirinya berharap, megiatan ini akan menjadi agenda rutin nasional untuk terus menciptakan bibit unggul dalam bidang sains data dan AI. “Hasil yang di luar perkiraan juga menjadi catatan luar biasa terutama pada kategori pelajar yang sudah sampai pada tingkat AI” lanjutnya.

Pendiri Asdasi Bambang Heru Tjahjono juga mengungkapkan rasa syukurnya karena banyak generasi muda yang tertarik dengan data AI dan sains, yang diharapkan akan munculnya pemuda dan pemudi yang sadar akan penguasaan, pengolahan data sains dan teknologi. “Hal ini diharapkan bisa mendorong dan mewujudkan kemajuan dan kebangkitan ekonomi di Indonesia,” terangnya.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts