Belum Cukup PHK Massal, 4.000 Pekerja Kontrak Twitter Didepak Juga

UNJABISNIS.COM – Setelah merumahkan 50 persen karyawan perusahaan, Elon Musk mengalihkan perhatiannya ke pekerja kontrak Twitter. Menurut laporan terbaru dari Casey Newton dan Axios dari Platformer, jejaring sosial tersebut dikabarkan mulai mengurangi staf kontingennya pada akhir pekan lalu.

Setelah periode ketidakpastian tentang skala pemutusan hubungan kerja, Newton menyebutkan jumlahnya sekitar 4.400 orang yang terkena dampak. Langkah ini disebut akan berdampak signifikan terhadap kemampuan Twitter untuk memoderasi konten dan menjaga agar platformnya tetap berjalan.

Twitter juga tampaknya tidak memberikan pemberitahuan kepada mereka yang kehilangan pekerjaan akhir pekan ini. Banyak yang mengetahui bahwa mereka tidak bekerja untuk perusahaan lagi setelah mereka tiba-tiba kehilangan akses ke sistem internal Twitter.

“Salah satu kontraktor saya baru saja dinonaktifkan tanpa pemberitahuan di tengah membuat perubahan penting pada alur kerja keselamatan usaha kami,” jelas seorang manajer memposting di Slack perusahaan, menurut Newton.

Namun yang lain mengetahuinya dengan membaca laporan tentang pemotongan tersebut. Beberapa pekerja sekarang khawatir mereka mungkin tidak dibayar untuk dua pekan terakhir kerja mereka. Setelah PHK 4 November Twitter, banyak kontraktor berakhir di tim tanpa staf full time.

Dikutip via Engadget, Twitter tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal ini. Perusahaan dilaporkan memotong seluruh departemen komunikasi selama reorganisasi baru-baru ini.

Pemotongan jumlah pekerja ini terjadi pada akhir minggu yang bergejolak di Twitter. Pada hari Rabu lalu, perusahaan mulai meluncurkan langganan Twitter Blue baru dengan verifikasi hanya untuk menangguhkan pendaftaran.

Kurang dari dua hari kemudian wacana tersebut dibatalkan justru karena muncul banyaknya akun palsu.

Musk juga dilaporkan memberi tahu karyawan bahwa Twitter kehilangan begitu banyak uang. Karena hal tersebut, Elon Musk kemudian melontarkan isu kebangkrutan yang bisa menimpa Twitter sewaktu-waktu.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts